Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi potensi curah hujan berintensitas lebat di wilayah Jabodetabek. Langkah strategis ini diambil guna menekan risiko bencana hidrometeorologi setelah hujan ekstrem sejak akhir pekan lalu menyebabkan genangan di sejumlah kawasan permukiman warga. Selain melakukan intervensi cuaca, BNPB juga telah menyalurkan bantuan logistik berupa paket sembako, selimut, dan matras untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak banjir di titik-titik rawan Jakarta dan sekitarnya.
Berdasarkan data terkini, sebanyak 23 kelurahan di tiga kecamatan sempat terdampak banjir akibat curah hujan tinggi yang mengakibatkan seratusan jiwa terpaksa mengungsi sementara waktu. Meskipun genangan air di beberapa ruas jalan dilaporkan mulai surut, ancaman banjir susulan masih tetap tinggi mengingat kondisi cuaca yang rentan akibat aktifnya dua sistem bibit siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia. BNPB terus melakukan pemantauan intensif melalui tim reaksi cepat di lapangan guna memastikan keselamatan warga dan mempercepat proses pemulihan di lokasi yang masih terendam air.
Analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa keberadaan bibit siklon tropis 93S di Samudera Hindia selatan Lampung memicu peningkatan curah hujan dan pembentukan aliran angin kencang di lapisan bawah. Walaupun potensi sistem ini berkembang menjadi siklon tropis kategori penuh dinilai rendah dalam 48 jam ke depan, dampak konvergensi yang dihasilkan tetap signifikan dalam meningkatkan intensitas hujan di Jabodetabek. Oleh karena itu, operasi modifikasi cuaca menjadi instrumen penting bagi pemerintah untuk memecah awan hujan sebelum mencapai daratan demi melindungi infrastruktur vital dan keamanan publik. Dikutip dari Antaranews.com