Antisipasi Kenaikan Harga, Pemerintah Perketat Pengendalian Stok Daging Ayam Ras di Pasar

Antisipasi Kenaikan Harga, Pemerintah Perketat Pengendalian Stok Daging Ayam Ras di Pasar

Jakarta – Pemerintah pusat melalui kementerian dan lembaga terkait memastikan stabilitas stok serta harga daging ayam ras tetap terkendali menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Langkah strategis ini mencakup penguatan pasokan nasional, pemantauan ketat jalur distribusi, hingga penindakan terhadap pihak perantara (middleman) yang terindikasi memicu fluktuasi harga di pasar. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menekankan pentingnya pemetaan wilayah yang mengalami kenaikan harga guna mengidentifikasi penyebab anomali, mengingat harga di tingkat peternak relatif stabil.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren positif di mana jumlah daerah yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) daging ayam ras mulai menurun menjadi 176 kabupaten/kota pada pekan pertama Maret 2026. Dari sisi ketersediaan, neraca pangan nasional dipastikan surplus sebesar 591,3 ribu ton hingga akhir Maret, dengan angka produksi yang jauh melampaui estimasi konsumsi masyarakat sebesar 362,9 ribu ton. Pemerintah menegaskan tidak ada toleransi bagi pihak yang melanggar harga acuan penjualan (HAP) di tengah kecukupan produksi nasional.

Sebagai bentuk intervensi langsung, Badan Pangan Nasional (Bapanas) bekerja sama dengan pelaku usaha besar seperti PT Charoen Pokphand Indonesia, Japfa Comfeed, dan Malindo Feedmill melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM). Masyarakat dapat mengakses daging ayam beku berkualitas premium dengan harga tetap Rp40.000 per kilogram di lebih dari 1.200 outlet yang tersebar di 17 provinsi. Program ini dijadwalkan berlangsung hingga sehari sebelum Lebaran guna memastikan beban pengeluaran masyarakat untuk komoditas pangan tetap terjaga di tengah momentum hari besar keagamaan. Dikutip dari Antaranews.com

About The Author