Jangan Dicabut! Inilah Alasan Mengapa Produksi Rambut Bisa Berhenti Total Jika Sering Dipaksa Copot

Jangan Dicabut! Inilah Alasan Mengapa Produksi Rambut Bisa Berhenti Total Jika Sering Dipaksa Copot

Jakarta – Kebiasaan mencabut rambut secara berulang ternyata menyimpan risiko serius bagi kesehatan kulit kepala. Profesor ilmu dermatologi dari University College Dublin, Desmond Tobin, memperingatkan bahwa tindakan mencabut sehelai rambut secara paksa dapat menyebabkan penipisan rambut permanen karena terhentinya proses produksi pertumbuhan pada folikel. Melansir laporan The Guardian, setiap folikel rambut berfungsi sebagai “pabrik kecil” yang hanya menghasilkan satu helai rambut, dan kerusakan pada pabrik ini dapat membuat rambut tidak akan pernah tumbuh lagi di tempat yang sama.

Masalah utama dari kebiasaan ini terletak pada kerusakan fisik folikel. Saat seseorang mencabut rambut hingga ke akarnya, terdapat potensi munculnya luka mikroskopis pada kulit kepala. Luka ini menandakan bahwa folikel telah mengalami trauma hebat yang sulit untuk pulih kembali. Fenomena ini serupa dengan tren alis tipis pada era 1990-an, di mana banyak orang yang melakukan pencabutan berlebihan akhirnya mendapati alis mereka tidak dapat tumbuh kembali secara alami akibat folikel yang sudah berhenti berproduksi.

Di sisi lain, Tobin juga meluruskan anggapan mengenai uban. Berbeda dengan kerontokan akibat pencabutan, pertumbuhan uban lebih dipengaruhi oleh faktor genetik. Menariknya, rambut beruban sering kali tumbuh lebih cepat dan kuat dibandingkan rambut berpigmen normal. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa faktor gaya hidup seperti stres kronis, kurang tidur, dan defisit nutrisi tetap berperan besar dalam mempercepat penuaan biologis yang berdampak langsung pada perubahan kesehatan rambut secara keseluruhan. Dikutip dari Antaranews.com

About The Author