PONOROGO – Festival balon udara di Desa Japan, Ponorogo, Jawa Timur, berubah mencekam setelah sebuah balon udara dilaporkan terbakar di udara dan jatuh tepat di atas kerumunan penonton pada Minggu (29/3/2026). Insiden ini memicu kepanikan luar biasa ketika ratusan pengunjung yang tengah asyik menonton mendadak histeris dan berlarian menyelamatkan diri dari hujan puing serta percikan api yang jatuh. Situasi semakin kacau saat satu balon lain yang masih berada di darat ikut tersambar api, sehingga memaksa peserta segera memusnahkan balon tersebut guna mencegah kebakaran yang lebih luas di lokasi acara.
Padahal, festival yang diinisiasi oleh Polres Ponorogo ini bertujuan sebagai wadah edukasi sekaligus solusi bagi tradisi menerbangkan balon udara tanpa awak yang kerap meresahkan masyarakat. Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memfasilitasi hobi warga dalam lingkungan yang lebih terkontrol. “Tujuannya adalah menyiapkan wadah bagi masyarakat Ponorogo yang hobi menerbangkan balon, agar tidak lagi melakukan penerbangan liar yang dapat membahayakan keselamatan umum maupun memicu kebakaran lahan dan pemukiman,” ujar AKBP Andin Wisnu.
Meski sempat diwarnai insiden jatuhnya balon terbakar, pihak kepolisian berencana tetap menjadikan festival ini sebagai agenda tahunan yang berpotensi menjadi objek wisata daerah dengan evaluasi keamanan yang lebih ketat. Langkah ini diambil sebagai komitmen jangka panjang untuk menekan angka penerbangan balon udara ilegal yang tidak memenuhi standar keselamatan. Melalui kolaborasi antara pemerintah dan komunitas, diharapkan tradisi lokal ini tetap bisa lestari tanpa mengesampingkan faktor risiko dan keamanan bagi warga maupun navigasi penerbangan. Dikutip dari Okezone.com