Prajurit Gugur di Lebanon, Golkar Desak Pemerintah RI Bertindak Tegas

Prajurit Gugur di Lebanon, Golkar Desak Pemerintah RI Bertindak Tegas

Jakarta – Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, secara resmi menyatakan dukungannya agar Pemerintah Indonesia mengambil langkah diplomasi yang lebih tegas menyusul gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon. Insiden yang disebabkan oleh serangan militer Israel pada akhir Maret 2026 ini dinilai sebagai pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa. Doli menegaskan bahwa seluruh elemen bangsa harus bersatu mendukung sikap berani pemerintah dalam menentang kekerasan yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan global.

Lebih lanjut, Doli menyoroti rekam jejak pelanggaran yang terus berulang, di mana sepanjang tahun 2025 tercatat ribuan serangan ilegal terjadi di kawasan tersebut. Ia mendesak DPR RI untuk secara serius berkoordinasi dengan PBB guna meningkatkan tekanan diplomatik terhadap pihak-pihak yang memicu krisis jiwa, termasuk yang menyebabkan kehilangan nyawa personel TNI. Selain itu, Golkar meminta pemerintah untuk mengevaluasi posisi Indonesia dalam Board of Peace (BoP), mengingat serangan yang merenggut nyawa prajurit Indonesia dianggap sebagai bentuk penghinaan nyata terhadap prinsip perdamaian dunia.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Partai Golkar mendorong negara untuk memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada ketiga prajurit yang gugur dalam tugas, yakni Praka Farizal Rhomadhon, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Doli menekankan pentingnya jaminan masa depan bagi keluarga yang ditinggalkan, khususnya terkait keberlanjutan pendidikan anak-anak para pahlawan tersebut. Langkah tegas ini diharapkan tidak hanya menjadi respons atas tragedi yang terjadi, tetapi juga sebagai komitmen Indonesia dalam menjaga muruah bangsa di kancah internasional. Dikutip dari Antaranews.com

About The Author