Semarang – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memacu investasi di sektor peternakan sapi perah guna meningkatkan produksi susu nasional dan kesejahteraan peternak lokal. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menyatakan bahwa pengembangan mega farm terintegrasi di Jawa Tengah merupakan langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan susu dalam negeri yang diprediksi mencapai 8,5 juta ton pada tahun 2029. Dalam pertemuan di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (16/4/2026), pemerintah menegaskan dukungan penuh mulai dari aspek pembiayaan, penyediaan lahan, hingga kepastian penyerapan hasil produksi oleh industri.
Salah satu proyek mercusuar dalam program ini adalah investasi oleh PT Global Dairi Bersama di Kabupaten Brebes yang menargetkan populasi 30.000 ekor sapi perah. Proyek senilai besar ini diproyeksikan mampu menghasilkan 180.000 ton susu per tahun dengan jadwal groundbreaking pada Mei mendatang. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, berkomitmen mempercepat seluruh proses lapangan agar target produksi dapat tercapai paling lambat tahun 2027. Investasi ini tidak hanya berfokus pada hasil susu, tetapi juga mencakup penggemukan 7.000 ekor sapi pejantan per tahun yang melibatkan ribuan peternak di daerah sekitar.
Selain meningkatkan kemandirian pangan, proyek yang berdiri di atas lahan seluas 710 hektare ini dirancang dengan konsep berkelanjutan yang memberdayakan masyarakat lokal. CEO Savoria Group, Ihsan Mulia Putri, menjelaskan bahwa investasi ini akan menyerap hasil pertanian melalui pengembangan hijauan pakan ternak seluas 2.000 hektare yang melibatkan sekitar 5.000 petani. Dengan adanya sinergi antara investasi sapi perah, pemerintah daerah, dan petani lokal, program ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru di Brebes sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan dan daging nasional. Dikutip dari RRI.co.id