Museum Nasional Indonesia menggelar dua pameran sekaligus dalam rangka peringatan hari jadinya yang ke-248, yakni pameran lampu bertajuk “Pendar: Kilas Terang Meretas Bayang” dan pameran numismatik.
Pameran lampu menampilkan koleksi sejak abad ke-9 Masehi yang merepresentasikan perkembangan teknologi, budaya, hingga praktik sosial dan religius masyarakat pada masanya. Beragam bentuk lampu dengan teknik metalurgi ditampilkan melalui pendekatan kuratorial yang menggabungkan estetika dan spiritualitas.
Sementara itu, pameran numismatik menghadirkan perjalanan sejarah mata uang di Indonesia dari berbagai era, mulai dari masa Hindu-Buddha, Kesultanan Islam, kolonial Eropa dan Jepang, hingga masa kemerdekaan. Koleksi yang dipamerkan antara lain uang gobog wayang, koin emas Syailendra, mohur, hingga uang kasha Banten.
Kepala Museum dan Cagar Budaya, Esti Nurjadin, menyampaikan bahwa pameran ini menjadi upaya menghadirkan koleksi museum sebagai narasi hidup yang lebih dekat dengan masyarakat. Selain sebagai tempat penyimpanan, museum juga diharapkan menjadi ruang edukasi untuk memahami sejarah, nilai, dan identitas bangsa.
Sumber antaranews.com