PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menargetkan kinerja positif pada kuartal III-2026 setelah menerima suntikan modal sebesar Rp23,67 triliun dari PT Danantara Asset Management (Persero) melalui skema private placement.
COO Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menyatakan bahwa suntikan dana ini bukan sekadar dana tambahan, melainkan bagian dari proses transformasi Garuda Indonesia untuk meningkatkan kinerja operasional dan keuangan. Transformasi ini mencakup perbaikan armada pesawat yang sebelumnya penuh dan membutuhkan pemeliharaan intensif.
Dari total Rp23,67 triliun, sekitar Rp8,7 triliun (37 persen) dialokasikan untuk modal kerja, termasuk perawatan pesawat. Sementara Rp14,9 triliun (63 persen) mendukung operasional Citilink, termasuk modal kerja Rp11,2 triliun dan pelunasan kewajiban pembelian bahan bakar senilai Rp3,7 triliun kepada Pertamina periode 2019-2021.
Hingga kuartal II-2025, Garuda Indonesia mencatat pendapatan usaha senilai 2,39 miliar dolar AS, turun dari 2,56 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya. Rugi bersih yang tercatat per kuartal III-2025 mencapai 182,54 juta dolar AS atau sekitar Rp3,04 triliun. Dengan transformasi dan suntikan modal, manajemen optimistis laba bersih dapat tercapai pada kuartal III-2026.
Dikutip dari antaranews.com