Pemerintah Siapkan 100 Koperasi Besar untuk Dampingi Koperasi Desa Merah Putih

Pemerintah Siapkan 100 Koperasi Besar untuk Dampingi Koperasi Desa Merah Putih

Pemerintah Indonesia secara aktif menyiapkan sekitar 100 koperasi nasional berskala besar untuk menjadi mentor bagi Koperasi Desa Merah Putih. Inisiatif ini bertujuan utama untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia serta meningkatkan tata kelola koperasi di tingkat desa. Langkah strategis ini diharapkan dapat mempercepat operasional dan pengembangan Koperasi Desa Merah Putih di seluruh penjuru negeri.

Konsep pembimbingan ini dianggap krusial mengingat banyak pengurus koperasi desa yang baru pertama kali mengelola organisasi semacam itu. Dukungan dalam bentuk pengetahuan, keterampilan, dan panduan tata kelola sangat dibutuhkan untuk memastikan keberlanjutan. Program ini menjadi prioritas pemerintah untuk memberdayakan masyarakat desa dan mendorong pemerataan ekonomi.

Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk turut membantu mempercepat proses verifikasi dan pembentukan koperasi-koperasi desa ini. Target ambisius telah ditetapkan, yakni 20.000 Koperasi Desa Merah Putih terverifikasi secara nasional pada akhir Januari 2026. Hal ini sejalan dengan misi Asta Cita pemerintahan untuk mendorong pembangunan dari tingkat desa.

Pentingnya Mentoring dan Dukungan Tata Kelola Koperasi Desa

Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), Krisdianto, menekankan bahwa konsep pembimbingan sangat vital dalam membantu koperasi desa memulai operasionalnya lebih cepat. Ia menjelaskan bahwa banyak pengurus Koperasi Desa Merah Putih adalah individu yang baru pertama kali mengelola koperasi. Oleh karena itu, mereka sangat membutuhkan dukungan dalam hal pengetahuan, keterampilan, dan praktik tata kelola yang baik.

LPDB secara langsung memantau implementasi konsep mentoring ini, seperti yang terlihat dari kunjungan mereka ke Koperasi Desa Merah Putih Cileunyi Wetan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Koperasi ini menjadi salah satu percontohan yang berhasil mengembangkan beberapa gerai, termasuk toko kebutuhan pokok dan apotek. Keberhasilan Koperasi Cileunyi Wetan tidak lepas dari bimbingan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Citra Mandiri, yang merupakan mitra LPDB.

Keberadaan mentor koperasi besar ini diharapkan mampu mentransfer pengalaman dan praktik terbaik kepada koperasi desa. Dengan demikian, Koperasi Desa Merah Putih dapat menghindari kesalahan umum yang sering terjadi pada awal pendirian. Penguatan tata kelola akan memastikan koperasi beroperasi secara transparan dan akuntabel, membangun kepercayaan anggota serta masyarakat.

Melalui pendampingan intensif, koperasi desa diharapkan dapat lebih mandiri dan inovatif dalam mengembangkan unit usahanya. Ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk memastikan Koperasi Desa Merah Putih memiliki fondasi yang kuat. Program ini juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan dari basis desa.

Program Magang dan Target Ambisius Pengembangan Koperasi Desa

Selain menyiapkan koperasi mentor, Kementerian Koperasi juga akan menempatkan ratusan pengurus Koperasi Desa Merah Putih dalam program magang. Program ini akan melibatkan pengurus dari 500 koperasi desa percontohan yang akan ditempatkan di enam koperasi mapan. Koperasi-koperasi ini telah memiliki model bisnis yang berfungsi dengan baik dan terbukti efektif.

Program magang akan berlangsung selama 8 hingga 10 hari, memberikan praktik langsung dan pengalaman nyata kepada para pengurus koperasi desa. Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat pemahaman mereka tentang operasional harian dan strategi pengembangan bisnis. Ini adalah kesempatan berharga bagi pengurus Koperasi Desa Merah Putih untuk belajar langsung dari para ahli.

Pemerintah Indonesia menginisiasi program Koperasi Desa Merah Putih dengan beberapa tujuan mulia. Tujuan tersebut meliputi pemberdayaan warga desa, penciptaan lapangan kerja baru, serta peningkatan akses terhadap komoditas dan layanan penting. Program ini juga dirancang untuk membantu pengentasan kemiskinan ekstrem di berbagai wilayah pedesaan.

Inisiatif ini selaras dengan misi Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang berfokus pada pendorong pembangunan dari tingkat desa. Dengan memperkuat Koperasi Desa Merah Putih, pemerintah berharap dapat mencapai pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan secara lebih efektif. Target 20.000 koperasi terverifikasi pada awal 2026 menunjukkan keseriusan pemerintah dalam program ini.

Sumber: AntaraNews

About The Author