Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan puluhan warga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terpaksa mengungsi sementara akibat fenomena pergerakan tanah. Total 35 jiwa dari 11 kepala keluarga telah meninggalkan rumah mereka untuk mengantisipasi potensi bencana susulan.
“Sedikitnya 11 kepala keluarga atau 35 jiwa mengungsi untuk menghindari potensi bencana susulan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dikutip dari Antara, Rabu (19/11/2025).
BNPB menyebut Desa Ciakar, Kecamatan Cipaku, menjadi wilayah paling terdampak. Pergerakan tanah tersebut dipicu oleh hujan deras dengan durasi panjang yang mengguyur sebagian besar wilayah Ciamis pada Selasa malam (18/11/2025). Kondisi tanah labil dan curah hujan tinggi turut memperbesar risiko pergeseran lahan.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis resmi menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi yang berlaku hingga April 2026. Status ini menjadi dasar bagi tim gabungan melakukan pendampingan, penilaian risiko, serta memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi.
Abdul menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan upaya mitigasi, termasuk penguatan wilayah rawan, pemantauan pergerakan tanah, dan penyiapan opsi relokasi apabila diperlukan. “Kami berupaya mencukupi kebutuhan dasar serta mengambil langkah taktis mitigasi-penanggulangan demi keamanan warga dalam beraktivitas sosial ekonomi,” ujarnya.
BNPB mengimbau warga di kawasan rawan untuk tetap waspada, terutama pada periode puncak musim hujan yang berpotensi memicu bencana serupa. Dikutip dari Metrotvnews.com