Pasar Saham Menguat: IHSG Naik ke 8.419 Didukung Sentimen Global

Pasar Saham Menguat: IHSG Naik ke 8.419 Didukung Sentimen Global

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat di zona hijau sepanjang perdagangan hari ini, Kamis (20/11/2025). Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, IHSG naik 0,16 persen atau 13 poin ke level 8.419,92 pada penutupan perdagangan.

Sebanyak 311 saham menguat, 306 saham melemah, dan 195 saham stagnan. Analis Pilarmas Investindo Sekuritas mencatat, saham sektor barang sekunder menjadi penggerak utama penguatan dengan kenaikan 2,5 persen, sementara saham properti dan real estate menjadi yang terdalam turun, -0,91 persen.

Aktivitas Perdagangan

Volume perdagangan hari ini tercatat sebanyak 37,92 miliar lembar saham, dengan 2,29 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan mencapai Rp19,65 triliun, sementara kapitalisasi pasar tercatat Rp15.409,57 triliun.

Meski IHSG menguat, indeks LQ45 yang memuat saham-saham unggulan justru melemah, dengan saham-saham seperti AKRA, MDKA, AMRT, SMGR, dan SCMA memimpin penurunan.

Faktor Penguatan IHSG

Menurut Tim Pilarmas, penguatan IHSG dipengaruhi beberapa faktor kunci:

  1. Kebijakan Bank Indonesia
    Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan sesuai proyeksi pasar. Kebijakan ini diharapkan menstabilkan nilai tukar rupiah sekaligus menarik arus portofolio asing di tengah ketidakpastian global.
  2. Transaksi Berjalan Surplus
    Indonesia mencatat surplus transaksi berjalan pada kuartal III 2025, surplus pertama dalam 2,5 tahun dan tertinggi sejak kuartal III 2022. Surplus ini didorong oleh perdagangan nonmigas yang kuat.
  3. Sentimen Global
    Bursa saham Asia mayoritas menguat setelah laporan kinerja Nvidia yang solid mendorong kepercayaan pasar pada perdagangan berbasis kecerdasan buatan.

Di sisi lain, bursa Tiongkok ditutup melemah ke level terendah dalam sebulan terakhir karena aksi ambil untung pada saham energi baru. Bank sentral Tiongkok mempertahankan suku bunga pinjaman tenor 1 tahun di 3 persen dan tenor 5 tahun di 3,5 persen, untuk bulan keenam berturut-turut.

Dengan kombinasi sentimen positif domestik dan global, IHSG diprediksi tetap berada dalam tren penguatan jangka pendek, meski volatilitas masih akan terlihat seiring pergerakan saham unggulan dan sentimen pasar regional. Dikutip dari RRI.co.id

About The Author