Jakarta: Transjakarta bukan sekadar alat transportasi, tapi sudah menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari warga ibu kota. Dari pagi hingga larut malam, bus berwarna biru dan oranye melayani ribuan penumpang menuju berbagai tujuan.
Tahukah Anda bahwa warna bus menandakan jenis layanan yang berbeda? Meski sama-sama bernama Transjakarta, cara operasional, jalur yang digunakan, dan pengalaman naiknya berbeda. Berikut penjelasannya:
- Transjakarta Biru Mengandalkan Jalur Khusus
Transjakarta biru beroperasi di jalur khusus yang dipisahkan dari kendaraan lain, dikenal sebagai Bus Rapid Transit (BRT). Jalur busway berada di tengah jalan besar, lengkap dengan halte tertutup dan akses jembatan penyeberangan. Karena tidak terjebak kemacetan, bus biru lebih dapat diandalkan untuk menjaga waktu tempuh. - Transjakarta Oranye Bergerak di Jalur Umum
Transjakarta oranye atau Metrotrans bergerak di jalur umum, bercampur dengan mobil dan motor. Waktu tempuh bisa lebih lama tergantung padatnya lalu lintas, tetapi rutenya lebih fleksibel dan menjangkau area permukiman atau jalan yang tidak dilewati koridor busway. - Fungsi Rute yang Saling Terhubung
Bus biru melayani jalur utama, seperti Blok M–Kota atau Ragunan–Monas. Sementara bus oranye berperan sebagai feeder, membawa penumpang dari area hunian ke koridor utama. Penumpang bisa naik bus oranye dari rumah menuju halte besar, lalu berpindah ke bus biru untuk perjalanan jarak jauh. Sistem ini membuat jaringan Transjakarta lebih menyatu dan mudah diakses. - Sistem Naik dan Pembayaran Serba Digital
Kedua layanan menggunakan sistem pembayaran non-tunai. Penumpang bus biru tap kartu di gerbang halte sebelum masuk area tunggu, sedangkan penumpang bus oranye tap langsung di dalam bus saat naik. Perbedaan sederhana ini kadang membingungkan penumpang baru.
Dengan memahami perbedaan Transjakarta biru dan oranye, perjalanan Anda di Jakarta bisa lebih nyaman dan efisien. Dikutip dari RRI.co.id