Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa TNI menjaga industri strategis nasional sangat penting untuk mengamankan aset negara. Pernyataan ini disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.
Menurut Bahlil, seluruh institusi negara harus berkolaborasi untuk melindungi hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan nasional. Keterlibatan aparat keamanan, baik TNI maupun kepolisian, merupakan langkah antisipatif terhadap potensi gangguan atau sabotase pada aset penting negara.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan TNI turun tangan menjaga industri strategis, termasuk kilang minyak milik Pertamina, demi keutuhan wilayah, pengamanan, dan kepentingan nasional. Sjafrie menjelaskan bahwa pengamanan ini memiliki dasar hukum, termasuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang diatur dalam revisi Undang-Undang TNI.
Saat ini, TNI telah membangun lebih dari 100 Batalyon Teritorial Pembangunan (BTP) yang berfokus pada penjagaan instalasi strategis di seluruh Indonesia, dengan target penambahan 150 BTP setiap tahunnya. Langkah ini diharapkan memastikan industri strategis dapat beroperasi maksimal, mendukung kemakmuran masyarakat, dan menjaga kedaulatan negara.
Dikutip dari antaranews.com