Pada pembukaan perdagangan hari Kamis di Jakarta, nilai tukar rupiah bergerak menguat 30 poin atau 0,18 persen menjadi Rp16.634 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.664 per USD. Penguatan rupiah ini sejalan dengan meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan penurunan suku bunga The Fed pada Desember 2025, yang mendorong sentimen positif bagi mata uang domestik.
Kondisi ini menunjukkan adanya optimisme pelaku pasar terhadap perbaikan kondisi ekonomi global dan peluang stabilitas nilai tukar rupiah dalam jangka pendek. Investor dianjurkan memantau pergerakan rupiah serta kebijakan moneter AS yang dapat mempengaruhi tren pasar lebih lanjut.
Dikutip dari antaranews.com