Arus modal asing Indonesia kembali mengalir pada pekan pertama Desember 2025, tercatat nonresiden membeli neto Rp14,08 triliun. Investasi asing terdiri dari Rp2,11 triliun di pasar saham, Rp1,06 triliun di SBN, dan Rp10,92 triliun di SRBI, menunjukkan optimisme terhadap prospek pasar keuangan domestik.
Meski sepanjang 2025 masih terjadi jual neto asing di pasar saham dan SBN, tren arus masuk baru ini memberi sinyal positif bagi IHSG akhir tahun. Rupiah stabil di Rp16.640 per dolar AS, premi CDS 5 tahun 71,18 bps, dan yield SBN 10 tahun tetap 6,18%, mencerminkan stabilitas makroekonomi domestik.
Hendra Wardana, analis dan founder Republik Investor, menyoroti beberapa faktor yang memicu minat asing kembali, termasuk stabilnya nilai tukar rupiah, ekspektasi penurunan suku bunga BI Rate menjadi 4,5%, serta kondisi eksternal yang membaik, seperti meredanya perang dagang AS–China dan stabilnya harga komoditas.
Secara teknikal, IHSG sedang menguji resistance di level psikologis 8.288 dengan potensi melanjutkan rally ke 8.556–8.595. Sementara itu, area support berada di kisaran 8.000–8.124. Arus modal asing yang kembali masuk diprediksi memperkuat likuiditas pasar, meningkatkan optimisme investor, dan mendorong kenaikan indeks menjelang akhir 2025.
Dikutip dari liputan6.com