Bencana banjir disertai tanah longsor melanda Huta Nabolon, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, menghancurkan kebun kakao, buah-buahan, serta sawah padi yang tengah memasuki masa panen. Asidin Sitompul, seorang petani berusia 62 tahun, mengaku kehilangan rumah dan hasil kebunnya setelah banjir menghantam kawasan tersebut. Ratusan pohon kakao dan durian di lahan empat hektare miliknya tidak dapat dipanen karena akses menuju lokasi terputus total.
Petani lain, Keisia (52), juga mengalami kerugian besar setelah sawahnya tertimbun material banjir. Warga kini hanya bergantung pada persediaan beras seadanya di lokasi pengungsian. Huta Nabolon merupakan kawasan paling terdampak, dengan 150–200 rumah hancur dan jalan utama Huta Nabolon–Tukka terputus, menjadikannya wilayah yang sulit dijangkau bantuan hingga hari ke-13 masa tanggap darurat.
Material banjir bahkan membawa balok-balok kayu besar yang sempat viral di media sosial. Hingga kini, warga melaporkan masih banyak korban yang tertimbun dan belum berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan.
Dikutip dari antaranews.com