Pascabanjir bandang di Sumatra Barat, krisis air bersih menjadi tantangan utama bagi warga dan relawan yang membersihkan lumpur. Sungai tetap keruh akibat hujan deras di kawasan Bukit Barisan, membawa lumpur dan kayu sehingga air berbau tanah. Warga terpaksa menggunakan air hujan dan bantuan lembaga kemanusiaan untuk kebutuhan sehari-hari.
Tim Penanggulangan Bencana PDI Perjuangan Sumbar, yang dikomandoi Gery Fernando, bergerak gotong royong membantu masyarakat terdampak. Ketua PDI Perjuangan Sumbar, Alex Indra Lukman, menurunkan 25 personel medis dan nonmedis untuk memberikan layanan kesehatan dan logistik.
Krisis air bersih melanda berbagai wilayah, termasuk Padang dan Bayang Utara. Sungai-sungai utama keruh dan endapan lumpur menghambat produksi PDAM, sementara warga kesulitan mendapatkan air bersih meski distribusi dilakukan gratis. Distribusi air berjalan sejak 3 Desember 2025 menggunakan truk tangki dan pickup bertandon.
Selain air bersih, PDI Perjuangan juga mendirikan dapur umum sejak 28 November dan membagikan 1.500 bungkus nasi setiap hari. Bantuan sembako disalurkan ke Solok, Padang, Pariaman, Agam, dan daerah terdampak lainnya. Alat berat seperti ekskavator digunakan untuk membersihkan endapan lumpur sejak 3 hingga 9 Desember.
Tim medis PDI Perjuangan melayani keluhan gatal dan demam warga di berbagai lokasi, termasuk Batu Busuk, Pancuang Taba, dan Agam. Kolaborasi dengan lembaga kemanusiaan memastikan bantuan tepat sasaran, menunjukkan kesiapsiagaan PDI Perjuangan dalam tanggap bencana.
Sumber RRI.co.id