5.000 Ruang Kelas di Sumatera Utara Alami Kerusakan Berat

5.000 Ruang Kelas di Sumatera Utara Alami Kerusakan Berat

Tapanuli Tengah – Sebanyak 5.000 ruang kelas sekolah di Sumatra Utara mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang dan longsor pada 24 November 2025. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa prioritas utama adalah memastikan siswa segera kembali mengikuti proses pembelajaran.

“Yang paling mendesak adalah memastikan siswa segera kembali mengikuti proses pembelajaran,” ujar Atip dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (15/12/2025).

Untuk sekolah dengan kerusakan ringan, pihak terkait akan melakukan pembersihan. Sekolah yang mengalami rusak sedang hingga berat akan diperbaiki, bahkan direlokasi jika diperlukan.

Di Desa Simpang Tiga Rampah, Tapanuli Tengah, kegiatan belajar-mengajar lumpuh setelah desa terisolir selama 17 hari. Gedung sekolah dasar masih digunakan sebagai posko pengungsian, sementara sekolah SMP berjarak hingga sembilan kilometer. Akibatnya, siswa meminta ujian semester susulan agar tidak tertinggal pelajaran.

Tokoh Adat Desa Simpang Tiga Rampah, Badita Hutagalung, mengatakan, “Untuk sekolah, anak-anak belum masuk sekolah. Masih lumpuh sampai saat ini. Kami terpaksa meminta ujian susulan kepada gurunya.”

Pemulihan sekolah dan fasilitas pendidikan di Sumut menjadi prioritas, seiring dengan upaya normalisasi kehidupan pasca-bencana. Dikutip dari RRI.co.id

About The Author