Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat merealisasikan program rehabilitasi mangrove seluas 12 hektare di enam kabupaten, yakni Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, dan Fakfak, dengan total 5.280 bibit mangrove sepanjang 2025. Setiap kabupaten menerima 880 bibit dengan luasan 2 hektare.
Program ini melibatkan masyarakat lokal dan kelompok tani hutan untuk memastikan keberlanjutan pemeliharaan mangrove pasca-penanaman. Kepala Dishut Papua Barat, Jimmy Walter Susanto, menyebut rehabilitasi ini sebagai wujud komitmen pemerintah menjaga ekosistem pesisir serta mendukung ketahanan lingkungan menghadapi perubahan iklim.
Beberapa wilayah seperti Teluk Bintuni, Teluk Wondama, dan Kaimana memiliki potensi hutan mangrove terbesar di Papua Barat, dari total luas sekitar 471 ribu hektare. Program ini diharapkan memberi manfaat jangka panjang, baik secara ekologis maupun sosial ekonomi masyarakat pesisir.
Rehabilitasi mangrove tahun 2025 meningkat dibanding 2024, dengan alokasi bibit meningkat dari 3.200 bibit pada tahap pertama menjadi 4.000 bibit pada tahap kedua. Sebelum pemekaran daerah otonomi baru Papua Barat Daya, luas hutan mangrove tercatat sekitar 532.000 hektare.
Dikutip dari antaranews.com