Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong kemudahan akses pendidikan berkelanjutan bagi penyandang disabilitas sebagai upaya membangun kemandirian dan produktivitas di masa depan. Data Komisi Nasional Disabilitas (KND) per Oktober 2025 menunjukkan hanya 4,3 persen penyandang disabilitas yang mengenyam pendidikan, sementara 78 persen tidak sekolah lagi.
Lestari menekankan pendidikan inklusif harus menjadi budaya di seluruh lini pendidikan, bukan sekadar program. Langkah nyata yang perlu dilakukan meliputi sinkronisasi data, ketersediaan tenaga pendidik, penguatan sistem pendampingan, dan transisi ke dunia kerja. Ia juga mendorong kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta agar akses pendidikan bagi penyandang disabilitas merata, sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang tangguh, mandiri, dan produktif untuk kemajuan Indonesia.
Dikutip dari antaranews.com