Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meninjau sekolah terdampak banjir bandang di Sumatra Barat untuk memastikan layanan pembelajaran tetap berjalan. Kunjungan dilakukan pada 24–25 Desember 2025 oleh Staf Khusus Mendikdasmen, Didik Suhardi, yang memantau kondisi sekolah dan kebutuhan mendesak pascabencana.
Kemendikdasmen telah menyalurkan bantuan pendidikan sejak empat minggu terakhir, termasuk school kit, makanan sehat, alat tulis, tenda kelas darurat, serta voucher tunai untuk pembersihan sisa material banjir. Bantuan disesuaikan dengan jumlah siswa dan tingkat kerusakan sekolah agar pembelajaran semester genap Januari 2026 dapat terlaksana.
Sekolah yang rusak berat akan direlokasi ke lokasi lebih aman, dengan dukungan dari donatur terkait penyediaan lahan. Sedikitnya tiga tenda darurat segera dikirim ke lokasi terdampak untuk memastikan anak-anak bisa kembali belajar.
Pemulihan juga dilakukan di Sumatra Utara dan Aceh. Kepala SDN 05 Batang Anai, Lisa Rifendi, menyatakan sebagian besar ruang kelas rusak parah akibat banjir dan longsor. Siswa terdampak, seperti Fatin Khaira Ummah dari SDN 1 Muara Pingai, berharap sekolah segera pulih dan kegiatan belajar mengajar kembali normal dengan perlengkapan belajar yang memadai.
Dikutip dari RRI.co.id