Surabaya – Pelatih Persijap Jepara Divaldo Alves mengakui keunggulan efektivitas Persebaya Surabaya setelah timnya kalah telak 4-0 dalam laga tunda pekan kelima BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu. Divaldo menilai bahwa meskipun Persijap tampil cukup rapi dan kompak di sektor tengah serta belakang pada awal pertandingan, kegagalan dalam memaksimalkan peluang menjadi faktor pembeda utama. Ia menyebut Persebaya sangat sukses dalam memaksimalkan transisi serangan yang berujung pada terciptanya gol.
Memasuki babak kedua, Persijap mencoba meningkatkan intensitas tekanan untuk mengejar ketertinggalan dua gol. Namun, strategi untuk tampil lebih agresif tersebut justru membuka ruang bagi pemain Persebaya untuk menambah keunggulan. Pelatih asal Portugal ini menegaskan bahwa bagi tim yang berada di papan bawah, kebobolan gol membuat upaya untuk bangkit menjadi lebih sulit, sehingga kedisiplinan dan kecerdasan dalam bermain sangat diperlukan untuk menghindari kesalahan serupa.
Pemain Persijap Dicky Kurniawan juga menyatakan kekecewaannya karena banyak peluang di babak pertama yang tidak berhasil dikonversi menjadi gol. Ia menegaskan bahwa seluruh pemain akan melakukan evaluasi bersama jajaran pelatih agar performa tim membaik pada laga-laga berikutnya. Kekalahan ini menjadi bahan pelajaran penting bagi Laskar Kalinyamat untuk tetap fokus dan menjaga kerapian pertahanan demi menjaga asa bertahan di kasta tertinggi. Dikutip dari Antaranews.com