Presiden Prabowo Subianto telah meminjamkan helikopter pribadinya sejak pekan pertama pascabencana untuk mendukung proses pemulihan di wilayah Aceh. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa helikopter tersebut digunakan untuk membantu mobilitas Gubernur Aceh beserta tim serta mendukung distribusi logistik ke daerah-daerah terisolasi yang jalur daratnya terputus. Secara keseluruhan, pemerintah mengerahkan 50 helikopter ke berbagai titik bencana di tiga provinsi guna memastikan bantuan mencapai desa-desa dan posko peninjauan yang sulit dijangkau.
Sementara itu, Komandan Satgas Percepatan Perbaikan Jembatan Jenderal Maruli Simanjuntak menyatakan bahwa anggota TNI bekerja siang dan malam untuk membangun kembali infrastruktur yang rusak. Untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak, Presiden Prabowo bahkan ikut serta mencari ketersediaan jembatan bailey hingga ke luar negeri. Hingga saat ini, sebanyak 11 jembatan gantung sedang dalam proses pengerjaan dan survei lapangan guna memulihkan konektivitas warga yang terdampak musibah.
Namun, di tengah upaya percepatan tersebut, Jenderal Maruli mengungkapkan adanya tindakan sabotase berupa pencopotan baut-baut pada jembatan bailey oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Ia sangat menyayangkan tindakan biadab tersebut karena tidak hanya menghambat proses pemulihan tetapi juga membahayakan keselamatan rakyat di tengah situasi bencana. Pemerintah mengimbau semua pihak untuk mengedepankan semangat gotong royong daripada mencari kesalahan atau melakukan tindakan yang merugikan kepentingan umum. Dikutip dari RRI.co.id