Liverpool resmi memberhentikan pelatih bola mati Aaron Briggs setelah klub mencatatkan rekor pertahanan terburuk dalam situasi bola mati di lima liga top Eropa. Keputusan ini diambil karena lini belakang yang dipimpin Virgil van Dijk telah kebobolan dua belas gol dari skema bola mati sepanjang musim ini. Meski Briggs memiliki andil dalam membawa tim menjuarai liga pada musim sebelumnya, penurunan performa yang drastis memaksa manajemen untuk melakukan perubahan di jajaran staf pelatih.
Masalah ini dianggap sebagai titik lemah utama bagi strategi manajer Arne Slot karena Liverpool menjadi tim dengan jumlah kebobolan bola mati tertinggi di Liga Inggris. Selain rapuh saat bertahan, Liverpool juga kesulitan mencetak gol dari situasi serupa dengan hanya mengemas tiga gol sepanjang musim berjalan. Statistik ini berbanding terbalik dengan Arsenal yang memuncaki klasemen berkat efektivitas tinggi dalam memanfaatkan situasi bola mati baik saat menyerang maupun bertahan.
Saat ini Liverpool menempati posisi keempat klasemen dengan selisih sepuluh poin dari puncak. Pemecatan ini diharapkan dapat memperbaiki koordinasi pertahanan tim sebelum laga kandang melawan Leeds United pada tengah pekan ini. Manajemen berharap perombakan ini mampu meningkatkan konsentrasi para pemain dalam mengantisipasi skema bola mati lawan demi menjaga posisi di persaingan gelar juara. Dikutip dari Antaranews.com