Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat, 9 Januari 2026, diprediksi mengalami koreksi seiring aksi “profit taking” menjelang akhir pekan. IHSG dibuka menguat 43,68 poin (0,49%) ke 8.969,15, sementara indeks LQ45 naik 5,07 poin (0,58%) ke 872,69. Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, memperkirakan IHSG berpotensi menguji level 8.850–8.900.
Dari sisi makro, APBN 2025 mencatat defisit Rp695,1 triliun atau 2,92% PDB, lebih tinggi dari 2024 dan target sebelumnya. Keseimbangan primer defisit Rp180,7 triliun, dengan realisasi penerimaan 91,7% dan belanja 96,3% dari anggaran. Sementara itu, cadangan devisa Indonesia meningkat menjadi USD 156,5 miliar pada Desember 2025, terdorong penerimaan pajak, sukuk global, dan pinjaman luar negeri.
Pelaku pasar menantikan data consumer confidence dan penjualan otomotif domestik, serta data nonfarm payrolls (NFP) AS. Perdagangan global sebelumnya menunjukkan bursa Eropa dan AS variatif, sedangkan indeks Asia pagi ini didominasi fluktuasi: Nikkei naik 0,46%, Shanghai turun 0,07%, Hang Seng turun 1,17%, dan Strait Times melemah 0,30%.
Dikutip dari antaranews.com