Jakarta – Kementerian Koperasi (Kemenkop) memastikan program pemberdayaan masyarakat untuk pemulihan ekonomi pasca bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat berjalan optimal. Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menegaskan Kemenkop aktif mendampingi koperasi terdampak agar kembali beroperasi dan mendukung perekonomian lokal.
Aceh tercatat memiliki 19 koperasi eksisting dan 27 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih terdampak bencana. Sumatra Utara terdapat 9 koperasi eksisting dan 20 Kopdes, sementara Sumatra Barat 7 koperasi eksisting dan 9 Kopdes.
Kemenkop memprioritaskan pembangunan gerai, gudang, dan fasilitas pendukung melalui skema padat karya, yang juga memberikan penghasilan langsung bagi masyarakat. Program peningkatan keterampilan anggota koperasi diharapkan memperkuat daya saing dan membuka peluang usaha baru.
Dalam pembiayaan, Kemenkop melalui LPDB memberikan relaksasi kredit berupa penundaan pembayaran selama satu tahun, memberi ruang bagi pemulihan usaha. Integrasi bantuan lintas kementerian dan lembaga, termasuk penyaluran bantuan sosial melalui koperasi, juga menjadi fokus pemerintah.
Menko Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menekankan pentingnya pendataan aset dan pembentukan Kelompok Kerja Pemberdayaan Pasca Bencana. Dengan sinergi pemerintah, daerah, filantropi, dan swasta, pemulihan ekonomi masyarakat Sumatra pasca bencana diharapkan berlangsung cepat dan berkelanjutan.
Dikutip dari RRI.co.id