Direktur The Wahid Institute, Yenny Wahid, menekankan pentingnya refleksi di awal tahun 2026 sebagai upaya menyiapkan langkah yang lebih baik bagi kehidupan manusia dan lingkungan. Refleksi dinilai menjadi sarana untuk belajar dari pengalaman tahun sebelumnya serta membangun keselamatan secara menyeluruh.
Dalam sambutannya pada acara Syukur Awal Tahun PGI 2026 di GRHA Oikoumene, Jakarta, Yenny menyampaikan bahwa keselamatan tidak bisa hanya ditunggu, tetapi harus diupayakan secara aktif melalui sikap, perilaku, dan relasi dengan sesama. Menurutnya, manusia dapat menjadi perantara kebaikan bagi diri sendiri, orang lain, dan dunia.
Yenny juga mengajak masyarakat menjadikan bencana akhir tahun 2025 sebagai momentum menata ulang hubungan dengan alam. Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian penting dari keselamatan, yang harus diwujudkan tanpa paksaan dan tetap menghormati perbedaan keyakinan.
Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri Agama, Gugun Gumilar, menegaskan ekoteologi menjadi salah satu program prioritas Kementerian Agama tahun 2026. Program tersebut mendorong keimanan yang berdampak nyata pada kepedulian lingkungan, sekaligus memperkuat kerukunan antarumat beragama demi masa depan bangsa yang berkelanjutan.
Dikutip dari RRI.co.id