Jakarta – Badan Pangan Nasional menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan sepanjang tahun 2026. Strategi ini mencakup penguatan pemantauan harga melalui ribuan petugas di seluruh Indonesia serta penambahan komoditas pantauan seperti beras lokal dan daging beku agar kebijakan lebih presisi. Pemerintah juga memastikan kelanjutan program intervensi pasar melalui penyaluran beras SPHP dan bantuan pangan kepada lebih dari delapan belas juta keluarga penerima manfaat guna melindungi daya beli masyarakat.
Dari sisi pasokan, pemerintah menetapkan target penyerapan cadangan pangan pemerintah yang cukup besar, termasuk target empat juta ton beras dan satu juta ton jagung. Selain itu, akses pangan murah akan diperluas melalui ribuan kios pangan serta pelaksanaan gerakan pangan murah di seluruh provinsi dan kabupaten di Indonesia. Skema fasilitas distribusi juga tetap dijalankan untuk menggeser stok dari wilayah surplus ke wilayah yang mengalami kekurangan pasokan agar harga tetap seimbang antarwilayah secara nasional.
Menjelang momen penting seperti Ramadhan, pengawasan di lapangan akan diperketat dengan melibatkan satuan tugas lintas kementerian dan aparat penegak hukum. Kepala Bapanas menekankan pentingnya kepatuhan terhadap harga eceran tertinggi untuk mencegah gejolak di tingkat konsumen serta menindak tegas praktik yang melanggar aturan. Dengan kombinasi penguatan cadangan nasional dan intervensi pasar yang masif, pemerintah optimistis ketahanan pangan dan stabilitas harga sepanjang tahun 2026 dapat terkendali dengan baik. Dikutip dari Antaranews.com