Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang paling aktif dalam membuka akses perdagangan global sepanjang tahun 2025. Berdasarkan studi lembaga internasional, pemerintah secara masif memperluas jangkauan pasar melalui berbagai perjanjian kerja sama strategis seperti EU CEPA dengan Uni Eropa serta kemitraan ekonomi dengan Peru dan Kanada. Langkah ini memposisikan Indonesia di urutan terdepan atau pole position dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara dalam hal keterbukaan pasar internasional.
Selain perjanjian bilateral, Indonesia telah memperkuat posisinya melalui kemitraan regional berskala besar seperti Regional Comprehensive Economic Partnership yang melibatkan negara-negara utama di Asia dan Pasifik. Saat ini, pemerintah juga sedang menempuh proses peninjauan teknis untuk bergabung dengan organisasi internasional OECD serta proses aksesi menuju perjanjian lintas pasifik CPTPP. Meski terdapat tantangan kompetisi di tingkat regional, Indonesia tetap optimis karena memiliki fondasi ekonomi yang kuat serta daya saing energi yang dinilai lebih kompetitif dibandingkan beberapa negara pesaing di Asia.
Airlangga menekankan bahwa daya saing nasional didukung oleh kualitas sumber daya manusia dan ketahanan pasar domestik yang stabil di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Pengembangan kawasan ekonomi khusus menjadi instrumen utama dalam menghasilkan produk ekspor yang sangat kompetitif di pasar dunia. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk Kamar Dagang dan Industri, pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong kerja sama perdagangan global guna memastikan pertumbuhan ekonomi nasional tetap kuat dan berkelanjutan di masa depan. Dikutip dari Antaranews.com