Sebuah video yang memperlihatkan aksi penembakan seekor burung hantu jenis Manguni viral di media sosial dan menuai kecaman publik. Dalam rekaman tersebut, burung hantu ditangkap dalam kondisi hidup sebelum akhirnya ditembak mati oleh seorang pria, dengan alasan satwa tersebut kerap mengganggu tidur malam.
Berdasarkan penelusuran Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT, video tersebut diduga direkam di wilayah Kapan, Kecamatan Mollo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur. Kepala BBKSDA NTT, Adhi Nurul Hadi, menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan identifikasi satwa dan berkoordinasi dengan kepolisian terkait dugaan pelanggaran hukum.
Terlepas dari status perlindungannya, BBKSDA menegaskan bahwa tindakan dalam video tersebut bertentangan dengan prinsip konservasi satwa liar. Polisi juga mengonfirmasi kasus ini masih dalam tahap pendalaman, sementara masyarakat diimbau untuk lebih bijak dan tidak melakukan tindakan yang merusak ekosistem.
Dikutip dari liputan6.com