Mitigasi Bencana Terhambat, Kepala BMKG Sebut Indonesia Masih Kekurangan Radar Cuaca

Mitigasi Bencana Terhambat, Kepala BMKG Sebut Indonesia Masih Kekurangan Radar Cuaca

Jakarta – Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyatakan bahwa Indonesia masih kekurangan unit radar cuaca yang menghambat sistem peringatan dini dan pemantauan cuaca ekstrem di berbagai pelosok. Saat ini Indonesia baru memiliki 44 unit radar dari kebutuhan ideal sebanyak 75 unit untuk menjangkau seluruh wilayah kepulauan secara maksimal. Akibat keterbatasan ini, beberapa bencana seperti banjir di Aceh Jaya tidak terpantau karena berada di luar jangkauan radar atau area blank spot yang juga masih banyak ditemukan di wilayah Papua.

Selain kendala teknis, BMKG menghadapi tantangan anggaran dengan adanya kekurangan dana sebesar 978 miliar rupiah dari total kebutuhan 3,55 triliun rupiah pada tahun 2026. Kondisi ini dinilai mengganggu optimalisasi jaringan observasi nasional yang sangat krusial untuk keselamatan publik. Faisal menegaskan bahwa pemenuhan infrastruktur teknologi sangat diperlukan agar prediksi cuaca menjadi lebih akurat sehingga risiko kerugian akibat bencana alam dapat diminimalisir.

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mendorong pemerintah agar segera melengkapi fasilitas teknologi pemantauan dari Sabang sampai Merauke demi perlindungan warga. Menurutnya, data akurat yang dihasilkan dari radar mumpuni merupakan basis penting dalam menentukan kebijakan mitigasi dan rehabilitasi pascabencana. DPR mencatat bahwa pemenuhan radar nasional baru mencapai sekitar 57 persen dan sisa kebutuhan tersebut harus menjadi prioritas untuk memperkuat sistem pertahanan bencana nasional. Dikutip dari RRI.co.id

About The Author