Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto memintanya mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan fokus utama pada dampaknya terhadap penurunan angka stunting. Selain penanganan tuberkulosis, Presiden memberi perhatian khusus pada efektivitas program MBG di lapangan.
Benjamin menilai kualitas pemberian makan bergizi telah berjalan baik, namun diperlukan evaluasi lebih mendalam terkait implementasi program dalam penanganan stunting yang membutuhkan pendekatan berbeda. Ia menegaskan stunting tidak hanya soal asupan makanan, tetapi juga treatment dan pelaksanaan yang tepat sasaran.
Untuk memperkuat pelaksanaan program, Wamenkes dijadwalkan bertemu Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana guna membahas optimalisasi MBG. Pemerintah saat ini mencatat sekitar 60 juta penerima manfaat dan menargetkan 82,9 juta penerima hingga akhir 2026.
Sementara itu, Kepala BGN menegaskan Presiden meminta lembaganya tetap mengejar target dengan menjaga kualitas dan keamanan program. Hingga kini, BGN telah membentuk lebih dari 22 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta menyiapkan tim akreditasi dan sertifikasi guna meningkatkan kualitas layanan. Pemerintah meyakini peningkatan gizi anak akan berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia Indonesia ke depan.
Dikutip dari RRI.co.id