Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyatakan bahwa Indonesia Open Network (ION) dapat mempermudah pelaku UMKM melakukan transaksi lintas aplikasi. Hal ini membuka akses pasar digital lebih luas tanpa ketergantungan pada satu platform tertentu.
Nezar menilai banyak UMKM masih menghadapi kendala biaya tinggi, keterbatasan data, dan sistem platform yang tertutup. Dengan ION, pelaku usaha kecil menengah bisa ditemukan dan melakukan transaksi secara lebih fleksibel.
Indonesia memiliki 64,2 juta UMKM yang menyumbang sekitar 61 persen PDB dan menopang 97 persen tenaga kerja. Menurut Nezar, ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai USD 130 miliar pada akhir 2026, namun akses pasar digital belum merata, terutama di luar kota besar.
ION diharapkan menjadi jembatan agar UMKM bisa memanfaatkan pertumbuhan transaksi digital, yang tercatat lebih dari 6 miliar transaksi QRIS pada paruh pertama tahun ini, secara adil dan merata di seluruh Indonesia.
Dikutip dari RRI.co.id