Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mendorong para operator seluler untuk mengembangkan fitur anti-spam dan anti-scam guna meningkatkan perlindungan masyarakat dari kejahatan siber. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, dalam konferensi pers pembaruan fitur keamanan digital yang dikembangkan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Nezar menjelaskan, pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan artifisial (AI) menjadi langkah penting dalam menghadapi meningkatnya ancaman spam dan penipuan digital. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dan membutuhkan kolaborasi aktif seluruh pemangku kepentingan, khususnya sektor swasta.
Ia menilai inisiatif yang dilakukan Indosat menjadi contoh nyata kontribusi industri dalam menciptakan ekosistem digital yang aman. Saat ini, fitur anti-spam dan anti-scam tersebut telah digunakan oleh lebih dari 2,5 juta pelanggan dan menghasilkan sekitar 150 ribu laporan dari pengguna.
Nezar menambahkan, partisipasi aktif masyarakat melalui pemanfaatan fitur keamanan digital menunjukkan kekuatan kolaborasi dalam menangkal kejahatan siber. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan ruang digital yang lebih aman, nyaman, dan produktif bagi masyarakat Indonesia.
Dikutip dari RRI.co.id