TEGAL – Jasa Raharja Tegal kembali memperkuat komitmennya dalam menekan angka kecelakaan di kalangan pelajar melalui program Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Tegal pada Senin (09/02/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan budaya keselamatan berlalu lintas sejak dini melalui peran aktif tenaga pendidik.
Acara ini dihadiri oleh jajaran guru pengajar, siswa-siswi SMA Negeri 2 Tegal, serta mendapat dukungan penuh dari Satuan Lalu Lintas Polresta Tegal. Melalui kolaborasi ini, peserta mendapatkan edukasi komprehensif mengenai risiko berkendara bagi pelajar sebagai salah satu kelompok pengguna jalan yang paling rentan.
Dalam kesempatan tersebut, Jasa Raharja memberikan pemahaman mendalam mengenai peran dan fungsinya sebagai BUMN yang mengemban amanat negara melalui, UU No. 33 Tahun 1964 Perlindungan dasar bagi masyarakat korban kecelakaan angkutan umum. UU No. 34 Tahun 1964 Perlindungan dasar bagi masyarakat korban kecelakaan lalu lintas jalan.
Secara terpisah, Kepala Cabang Jasa Raharja Pekalongan, Jullyanto Eka Prasetia Narayana, menyampaikan bahwa sosialisasi ini sangat krusial agar generasi muda memahami hak serta kewajiban mereka. “Kami ingin generasi muda tidak hanya paham hukum, tetapi juga sadar bahwa tertib berlalu lintas adalah langkah utama dalam pencegahan kecelakaan,” ujarnya.
Perwakilan Satlantas Polresta Tegal turut memberikan materi edukatif mengenai etika berlalu lintas, kepatuhan terhadap rambu-rambu, serta penggunaan perlengkapan keselamatan berkendara. Melalui program PPKL ini, Jasa Raharja menaruh harapan besar agar para guru dapat menjadi agent of change (agen perubahan) dalam menanamkan nilai-nilai keselamatan di lingkungan sekolah.
“Harapan kami, para pengajar dapat terus konsisten mengingatkan siswa-siswi mereka tentang pentingnya keselamatan di jalan raya, sehingga tercipta generasi muda yang sadar, peduli, dan memiliki budaya keselamatan yang tinggi,” tambah Jullyanto.
Jasa Raharja Tegal menyatakan akan terus bersinergi dengan instansi terkait dan dunia pendidikan untuk mendukung upaya penekanan angka fatalitas kecelakaan. Program ini diharapkan menjadi pondasi kuat bagi terciptanya transportasi yang aman bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah Tegal.