Tingkatkan Kesadaran Wajib Pajak, Operasi Gabungan di Wates Jaring Puluhan Kendaraan

Tingkatkan Kesadaran Wajib Pajak, Operasi Gabungan di Wates Jaring Puluhan Kendaraan

Kulon Progo — Dalam rangka meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), Tim Samsat Kulon Progo menyelenggarakan kegiatan Operasi Gabungan Patuh Pajak pada Sabtu, 14 Februari 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di depan Balai Desa Wates, Kabupaten Kulon Progo.

Operasi Gabungan Patuh Pajak ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi penerimaan pajak kendaraan bermotor serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban administrasi kendaraannya. Melalui sinergi lintas instansi, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penegakan kepatuhan pembayaran pajak dan SWDKLLJ, namun juga pada penertiban kelengkapan kendaraan bermotor demi mendukung tertib administrasi dan keselamatan berlalu lintas.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang melintas dan memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya membayar pajak tepat waktu. Berdasarkan hasil kegiatan, terdapat empat kendaraan yang dibuatkan surat pernyataan untuk segera melakukan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor dan SWDKLLJ. Selain itu, Kepolisian juga memberikan teguran kepada 17 kendaraan atas pelanggaran ketidaksesuaian kelengkapan kendaraan bermotor. Pada kesempatan yang sama, tiga kendaraan langsung melakukan pembayaran pajak di lokasi kegiatan.

Kegiatan ini melibatkan jajaran Samsat Kulon Progo dan unsur Kepolisian, di antaranya Dwi Widihadi, S.E. selaku Kepala Seksi Penetapan KPPD di Samsat Kulon Progo beserta jajaran, Iptu Anjar selaku Kanit Turjawali Polres Kulon Progo beserta jajaran, serta Aryo Wahyadi Kusuma selaku PA Tk. II Samsat Kulon Progo. Sinergi tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat sekaligus mendorong optimalisasi penerimaan daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor dan SWDKLLJ.

Melalui pelaksanaan Operasi Gabungan Patuh Pajak ini, diharapkan kesadaran dan disiplin masyarakat dalam memenuhi kewajiban pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor dan SWDKLLJ semakin meningkat. Upaya ini juga diharapkan dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan penerimaan SWDKLLJ serta terciptanya tertib administrasi kendaraan bermotor di wilayah Kulon Progo.

Pelaksana Administrasi Tk. II Samsat Kulon Progo, Aryo Wahyadi Kusuma menyampaikan bahwa pelaksanaan Operasi Gabungan Patuh Pajak ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor dan SWDKLLJ. Menurutnya, SWDKLLJ memiliki peran yang sangat penting sebagai bentuk perlindungan dasar bagi masyarakat apabila terjadi risiko kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan penerimaan daerah, tetapi juga pada keberlanjutan program perlindungan bagi korban kecelakaan lalu lintas jalan.

Aryo  juga menegaskan bahwa sinergi antara Samsat Kulon Progo, unsur Kepolisian, dan PT Jasa Raharja merupakan langkah strategis dalam memperkuat pengawasan sekaligus edukasi kepada masyarakat. Pendekatan yang dilakukan tidak semata-mata bersifat penindakan, tetapi juga persuasif dan edukatif, sehingga masyarakat memahami manfaat langsung dari pembayaran pajak kendaraan dan SWDKLLJ. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan tingkat kepatuhan wajib pajak di wilayah Kulon Progo dapat terus meningkat secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Aryo menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang terlibat dalam kegiatan Operasi Gabungan Patuh Pajak. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin dan konsisten sebagai bagian dari upaya menciptakan budaya tertib administrasi kendaraan bermotor. Dengan meningkatnya kepatuhan masyarakat, diharapkan perlindungan kepada korban kecelakaan lalu lintas dapat berjalan optimal serta mendukung terciptanya keselamatan dan ketertiban berlalu lintas di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

About The Author