Partai Demokrat menjadikan perayaan Tahun Baru Imlek 2577/2026 sebagai momentum mempertegas komitmen kebangsaan dan penguatan nilai-nilai multikulturalisme di Indonesia. Perayaan yang digelar di Jakarta tersebut menjadi kali pertama diselenggarakan secara resmi oleh partai berlambang mercy itu.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa Imlek bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan simbol persatuan, kehangatan, dan harapan baru bagi seluruh rakyat Indonesia. Ia menyebut Demokrat sebagai rumah besar bagi semua suku, agama, ras, dan budaya tanpa membedakan latar belakang.
Menurut AHY, warga Tionghoa merupakan bagian utuh dari bangsa Indonesia dengan hak dan tanggung jawab yang setara. Semangat kebersamaan dalam Imlek dinilai selaras dengan komitmen partai dalam merawat kebinekaan serta memperkuat solidaritas nasional.
Sikap tersebut, lanjutnya, sejalan dengan langkah Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono melalui Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2014 yang mengganti istilah “Cina/China/Tjina” menjadi “Tionghoa” dan menghapus berbagai praktik diskriminatif sebagai bagian dari rekonsiliasi nasional.
AHY yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menekankan bahwa pembangunan harus bersifat inklusif, adil, dan merata. Infrastruktur, kata dia, bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga penghubung harapan dan pembuka kesempatan dengan prinsip tidak ada satu pun yang tertinggal, baik wilayah maupun generasi.
Sementara itu, Ketua Panitia Imlek Partai Demokrat 2026 Merry Riana menyampaikan bahwa perayaan tahun ini mengusung tema harmoni dan persatuan sebagai fondasi bangsa. Ia menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan Indonesia dan perbedaan harus menjadi alasan untuk saling merangkul, bukan menjauh.
Dikutip dari antaranews.com