Tanjungpinang – Jasa Raharja menggelar Rapat Koordinasi Titik Rawan Laka Kota Tanjungpinang tahun 2026 pada Rabu, 25 Februari 2026 di Kantor Jasa Raharja Tanjungpinang. Rapat merupakan lanjutan dari rapat FKLLAJ pada awal bulan Februari (09/02) dengan dihadiri oleh stakeholders bidang keselamatan lalu lintas yang cukup lengkap diantaranya Satlantas Polresta, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Kesehatan, Bappelitbang, Dinas PUPR Tanjungpinang dan juga Jasa Raharja Cabang Tanjungpinang.
Rapat dibuka oleh Kepala Jasa Raharja Cabang Tanjungpinang, M. Nurul Subekti. Disoroti titik rawan kecelakaan berdasarkan data Jasa Raharja di tahun 2025 dan sebaran kategori yang terlibat kecelakaan.
“Titik rawan kecelakaan terbanyak selama 2025 di jalan WR Supratman dan juga Bintan Center. Mayoritas juga diisi usia produktif dan pelajar sebanyak 40,10% dan 38,65%. Sebagian besar berjenis kelamin laki-laki, dan sifat kecelakaannya terbanyak di depan-depan,” jelas M. Nurul Subekti.
“Peningkatan santunan korban kecelakaan juga terjadi di tahun 2026, ada peningkatan besaran santunan sebesar 55,29%, santunan meninggal dunia sendiri meningkat sebesar 200% dari tahun lalu,” tambah M. Nurul Subekti.
Dari Dinas Kesehatan, yang dihadiri langsung oleh Kepala Dinas, Rustam, menyampaikan masukan terkait permasalahan di lapangan.
“Menyampaikan sedikit permasalahan di lapangan, beberapa masyarakat masih takut lapor terutama untuk kasus kecelakaan tunggal. Selain itu juga, untuk korban dibawah pengaruh alkohol di rumah sakit masih sering terkendala, karena baik BPJS ataupun Jasa Raharja tidak cover. Tapi harapannya sosialisasi ataupun kampanye tetap bisa digaungkan terus,” jelas Rustam.
Rapat tersebut juga dimanfaatkan oleh Dishub untuk menyampaikan terkait kelayakan jalan di Kota Tanjungpinang. Disampaikan oleh Zulkifli, Kasi Angkutan Jalan, baik titik keramaian maupun titik yang belum lengkap akan ditindaklanjuti bersama.
“Ada beberapa titik rawan kecelakaan yang belum memenuhi dari kelengkapan ya, sudah kami tindak lanjut juga, kami sampaikan ke pihak terkait baik ke (Dinas) PUPR maupun Satlantas. Kami juga mohon maaf karena keterbatasan personil belum bisa meng-cover banyak ruas jalan,” jelas Zulkifli.
Dari Bappelitbang yang diwakili oleh Sekretaris Badan, H. Dody, juga berencana untuk menjadikan rapat ini sebagai bahan acuan pelaksanaan program Pemerintah Kota Tanjungpinang kedepan.
“Hasil rapat nanti menjadi masukan bagi kami, untuk menjadi kajian ataupun rencana perbaikan kedepannya. Khusus untuk titik rawan laka kami harap bisa ditertibkan kembali, karena prediksi semakin bertambah tahun juga semakin padat wilayah Kota Tanjungpinang. Kalau memang diperlukan nantinya juga kita lakukan sinkronisasi program untuk penyelarasan visi/misi dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang,” jelas Dody.
Disepakati dalam rapat tersebut digelar rapat lanjutan dengan fokus pendataan titik rawan laka, yang mana nantinya bisa menjadi acuan utama dalam perbaikan sarana/prasarana, pemasangan spanduk pendukung keselamatan, ataupun rambu-rambu lain terkait keselamatan lalu lintas.