Pertempuran Plataran, Gubernur Akmil Sebut sebagai Akar Profesionalisme TNI

Pertempuran Plataran, Gubernur Akmil Sebut sebagai Akar Profesionalisme TNI

Magelang – Gubernur Akademi Militer (Akmil), Mayjen TNI Rano Tilaar, menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan dari Pertempuran Plataran harus menjadi pondasi utama dalam membangun profesionalisme, loyalitas, dan integritas prajurit TNI. Dalam Upacara Peringatan Ke-77 Pertempuran Plataran di Monumen Plataran, Sleman, Yogyakarta, ia mengingatkan para taruna dan taruni sebagai calon pemimpin TNI Angkatan Darat agar tidak hanya unggul secara fisik dan taktik, tetapi juga harus matang secara intelektual serta kokoh secara moral. Hal ini penting demi menjaga kejayaan NKRI berdasarkan Saptamarga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.

Peringatan bersejarah ini dipandang bukan sekadar seremonial mengenang masa lalu, melainkan momentum untuk menginternalisasikan nilai pengorbanan dan patriotisme kepada generasi penerus. Mayjen TNI Rano Tilaar menjelaskan bahwa pembelajaran sejarah di Akademi Militer dilakukan melalui pembinaan kejuangan (binjuang), sehingga setiap peristiwa heroik bangsa dapat dipahami maknanya secara mendalam. Sebagai bentuk penghormatan abadi, nama-nama taruna yang gugur dalam pertempuran tersebut kini diabadikan sebagai nama gedung dan fasilitas di lingkungan Akmil Magelang agar semangat juang mereka tetap hidup di sanubari para taruna.

Pertempuran Plataran sendiri merupakan fragmen heroik dalam rangkaian perjuangan pasca-Agresi Militer Belanda II. Pada 24 Februari 1949, terjadi pertempuran sengit di wilayah Plataran yang mengakibatkan gugurnya dua perwira remaja, lima taruna, seorang anggota Tentara Pelajar, serta warga sipil. Upacara peringatan ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda DIY, pejabat TNI-Polri, serta Ikatan Keluarga Akademi Militer Yogyakarta, yang secara bersama-sama memberikan penghormatan atas dedikasi para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dikutip dari Antaranews.com

About The Author