Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menegaskan percepatan transisi energi menuju energi terbarukan harus menjadi strategi industrialisasi nasional yang memberi manfaat langsung bagi industri dan tenaga kerja terampil di Indonesia. Eddy menyebut potensi energi terbarukan nasional mencapai ribuan gigawatt, termasuk tenaga surya, hidro, angin, bioenergi, dan geothermal, serta cadangan mineral kritis seperti nikel dan tembaga untuk kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi (BESS).
Menurut Eddy, implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, yang menargetkan tambahan kapasitas 69,5 GW termasuk 42,6 GW dari EBT dan 10,3 GW dari BESS, berpotensi menciptakan lebih dari 1,7 juta green jobs dan berkontribusi pada pertumbuhan PDB 0,1-0,7 persen per tahun. Total investasi yang dibutuhkan hingga 2034 diperkirakan mencapai sekitar 190 miliar dolar AS.
Eddy menekankan pentingnya penguatan manufaktur domestik, pemanfaatan mineral strategis, serta sinergi solusi berbasis alam dan teknologi untuk membangun ekosistem ekonomi rendah karbon. Ia mendorong akademisi dan mahasiswa pascasarjana berperan dalam riset, inovasi, dan inkubasi industri hijau, agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga produsen dan eksportir energi bersih.
Dikutip dari antaranews.com