Medan – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat di wilayah lereng barat dan pantai barat Sumatera Utara untuk mewaspadai potensi hujan intensitas sedang pada Selasa ini. Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Budi Hutasoit, menjelaskan bahwa kondisi cuaca tersebut berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor di kawasan pegunungan serta pesisir. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana atau yang sedang melakukan perjalanan lintas wilayah diminta untuk terus memantau perkembangan cuaca guna mengantisipasi hambatan aktivitas maupun potensi bahaya fisik.
Kondisi cuaca di Sumatera Utara secara umum diprediksi akan berawan pada pagi hari dengan potensi hujan ringan di wilayah Langkat, Kepulauan Nias, hingga Mandailing Natal. Memasuki siang dan sore hari, intensitas hujan diperkirakan meningkat menjadi sedang di beberapa kabupaten strategis seperti Humbang Hasundutan, Labuhanbatu Utara, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Utara. Fenomena hujan ini diprediksi masih akan berlangsung hingga malam dan dini hari di sejumlah titik, meskipun intensitasnya cenderung menurun menjadi hujan ringan di sebagian besar wilayah Sumatera Utara lainnya.
Berdasarkan data teknis BMKG, suhu udara di wilayah ini berkisar antara 13 hingga 33 derajat Celcius dengan tingkat kelembaban udara yang cukup tinggi mencapai 100 persen. Angin bertiup dari arah utara menuju timur dengan kecepatan rata-rata 3 hingga 7 kilometer per jam, yang turut memengaruhi pola pembentukan awan hujan di kawasan lereng barat. Melalui informasi peringatan dini ini, pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengelola risiko bencana, terutama di titik-titik yang memiliki kemiringan lereng curam dan sistem drainase yang terbatas. Dikutip dari Antaranews.com