Jakarta – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memberikan instruksi tegas kepada seluruh personel Polri untuk meningkatkan kesiapsiagaan menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026. Fokus pengamanan tahun ini mencakup berbagai titik keramaian, infrastruktur transportasi, hingga pengawasan terhadap permukiman yang ditinggalkan pemudik guna mencegah gangguan kamtibmas. “Patroli di sekitar terminal, stasiun, termasuk rumah-rumah yang ditinggalkan dan potensi kerawanan kejahatan, harus terus diantisipasi,” tegas Kapolri saat meninjau pelayanan mudik di Stasiun Gubeng, Surabaya, Minggu (15/3/2026).
Berdasarkan laporan di lapangan, terdapat kenaikan jumlah penumpang kereta api sekitar 11 persen dibandingkan hari normal. Kapolri memastikan bahwa kesiapsiagaan personel di titik-titik vital seperti Stasiun Gubeng, yang beroperasi hampir 24 jam, berjalan optimal demi melayani mobilitas masyarakat dari berbagai penjuru daerah seperti NTT dan Kalimantan. Pemanfaatan moda transportasi publik juga didorong oleh kebijakan diskon tiket kereta api kelas ekonomi dari pemerintah, yang bertujuan untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendistribusikan konsentrasi pemudik agar tidak menumpuk di waktu yang bersamaan.
Guna mendukung kelancaran strategi nasional ini, Mabes Polri telah mengerahkan kekuatan penuh melalui Operasi Ketupat 2026 dengan menyiapkan sebanyak 2.746 pos di seluruh Indonesia. Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo merinci bahwa ribuan pos tersebut terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu. Salah satu titik strategis yang menjadi acuan adalah Pos Terpadu Rest Area KM 57A, yang dinilai memiliki fasilitas lengkap untuk menampung volume kendaraan pemudik yang diprediksi akan melonjak signifikan dalam beberapa hari ke depan.
Sinergi antara pengamanan di jalur mudik dan pemukiman warga menjadi kunci keberhasilan operasi tahun ini. Seluruh personel diharapkan bekerja maksimal untuk menjamin tiga aspek utama: keamanan, kenyamanan, dan kelancaran arus lalin. Masyarakat juga diimbau untuk proaktif melaporkan kondisi rumah yang ditinggalkan kepada petugas setempat serta memanfaatkan posko pelayanan yang tersedia jika membutuhkan bantuan medis atau informasi teknis perjalanan. Dengan kesiapan infrastruktur dan personel yang matang, Polri optimis Mudik Lebaran 2026 dapat berjalan aman dan lancar. Dikutip dari RRI.co.id