Instruksi Menteri PU: Bangun Irigasi Tersier untuk Optimalkan Pengairan Sawah

Instruksi Menteri PU: Bangun Irigasi Tersier untuk Optimalkan Pengairan Sawah

Boyolali – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menginstruksikan percepatan pembangunan saluran irigasi tersier guna mengoptimalkan distribusi air kepada para petani di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Langkah ini diambil menyusul rampungnya infrastruktur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Desa Ketintang pada Minggu (29/3/2026). Dody menegaskan bahwa pengelolaan air harus dilakukan secara efisien agar sumber air yang tersedia tidak terbuang percuma dan mampu menjangkau area persawahan yang lebih luas, terutama untuk menjaga ketahanan pangan nasional di tengah kondisi iklim yang tidak menentu.

Peninjauan langsung terhadap JIAT ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian tetap terjaga setelah layanan irigasi dari Bendung Boyo milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menurun drastis. Kapasitas layanan Bendung Boyo yang sebelumnya mampu mengairi hingga 800 hektare sawah, kini menyusut menjadi kurang dari 500 hektare, sehingga banyak petani mulai bergantung pada curah hujan. Melalui sistem JIAT dengan kedalaman sumur mencapai 120 meter dan dukungan rumah pompa, Kementerian PU menghadirkan alternatif sumber air stabil yang mampu melayani sekitar 20 hektare lahan sawah secara berkelanjutan sepanjang tahun.

Selain fokus pada pembangunan jaringan pipa sepanjang 700 meter dan delapan unit box pembagi air, Kementerian PU juga berencana mempertimbangkan dukungan infrastruktur tambahan seperti jalan usaha tani untuk mempermudah distribusi hasil panen. Strategi perluasan pembangunan JIAT di berbagai wilayah di Indonesia menjadi prioritas pemerintah dalam menghadapi potensi kekeringan jangka panjang. Dengan penyediaan infrastruktur air yang andal, diharapkan para petani tidak lagi merasa khawatir saat memasuki musim kemarau dan produktivitas pangan di wilayah Jawa Tengah tetap berada pada level optimal.

About The Author