Harga BBM Nonsubsidi Tak Naik, Selisih Harga Ditanggung Pertamina untuk Sementara

Harga BBM Nonsubsidi Tak Naik, Selisih Harga Ditanggung Pertamina untuk Sementara

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa PT Pertamina (Persero) untuk sementara waktu menanggung selisih harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia. Keputusan ini diambil agar harga di tingkat konsumen tidak mengalami penyesuaian mendadak meskipun harga minyak jenis Brent dan WTI kini telah menembus kisaran 100 dolar AS per barel. Purbaya menegaskan bahwa kondisi keuangan Pertamina tetap sehat dan mampu menopang selisih tersebut karena pemerintah secara konsisten menyetorkan dana kompensasi setiap bulan sebesar 70 persen.

Langkah stabilisasi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang memastikan tidak ada kenaikan harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, dalam waktu dekat. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa jaminan ini merupakan hasil koordinasi ketat antara Kementerian ESDM dan Pertamina untuk menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah juga mengimbau publik agar tidak panik atau resah terhadap isu kenaikan harga, karena stok BBM nasional dipastikan dalam kondisi aman dan tersedia mencukupi kebutuhan domestik.

Meskipun terdapat tekanan dari pasar global, di mana harga minyak melonjak signifikan dibandingkan rata-rata Januari 2026 yang hanya sebesar 64 dolar AS per barel, kelancaran pembayaran kompensasi menjadi kunci utama. Dana kompensasi ini berfungsi menutupi selisih antara harga jual eceran yang ditetapkan pemerintah dengan harga keekonomian pasar. Dengan arus kas yang terjaga, Pertamina dapat terus menjalankan penugasan penyaluran BBM tanpa mengganggu stabilitas operasional perusahaan maupun beban ekonomi masyarakat luas. Dikutip dari Antaranews.com

About The Author