PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) tengah menyiapkan inovasi bundling Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang memungkinkan nasabah memperoleh pembiayaan tambahan untuk kebutuhan isi rumah dalam satu proses dan satu akad. Program ini dijadwalkan mulai tahap uji coba pada April 2026 dan akan diperluas secara masif pada semester kedua tahun ini.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menjelaskan bahwa skema tersebut mengintegrasikan KPR dengan kredit konsumtif, sehingga nasabah tidak hanya mendapatkan pembiayaan rumah, tetapi juga tambahan dana untuk kebutuhan seperti furnitur, peralatan elektronik, hingga kebutuhan dasar lainnya.
Melalui konsep pembiayaan terintegrasi ini, BTN juga berupaya menekan risiko nasabah mencari pinjaman dari sumber lain, termasuk pinjaman daring berisiko tinggi, yang dapat memengaruhi kemampuan bayar. Selain itu, integrasi dalam satu akad dinilai mampu meningkatkan efisiensi proses kredit karena analisis dilakukan dalam satu siklus.
BTN juga tengah mengembangkan bundling lanjutan yang mencakup kredit kendaraan bermotor, khususnya kendaraan listrik, melalui kerja sama dengan perusahaan multifinance. Inisiatif ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem pembiayaan yang lebih luas.
Dari sisi biaya, bunga KPR tetap mengikuti ketentuan yang berlaku, sementara kredit tambahan ditawarkan dengan suku bunga lebih kompetitif. Meski demikian, BTN memastikan seluruh pembiayaan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian melalui penilaian kemampuan bayar dan pengaturan limit kredit sesuai profil risiko nasabah.
Sementara itu, Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar, menambahkan bahwa perseroan tidak hanya fokus pada pembiayaan pembelian rumah, tetapi juga pembangunan, renovasi, hingga kebutuhan lanjutan setelah nasabah menempati hunian. Ke depan, BTN menargetkan dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan nasabah secara menyeluruh sepanjang siklus hidup, termasuk kebutuhan keluarga dan kendaraan.
Dikutip dari antaranews.com