Ungaran – Komitmen untuk menciptakan budaya tertib berlalu lintas terus diperkuat oleh Kantor Pelayanan Jasa Raharja Ungaran. Kali ini, sinergi dijalin melalui kegiatan sosialisasi keselamatan lalu lintas yang menyasar tenaga pendidik di SMK Widya Praja Ungaran, Selasa (26/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di aula utama sekolah tersebut bertujuan untuk memposisikan guru sebagai garda terdepan atau pelopor keselamatan bagi siswa dan masyarakat. Dalam sambutannya, Kepala SMK Widya Praja Ungaran menegaskan bahwa guru memegang peran strategis sebagai role model.
“Guru memiliki peran krusial. Selain memberikan ilmu akademik, guru diharapkan konsisten menjadi teladan dalam berkendara. Kami mendorong setiap guru untuk selalu menyampaikan pesan keselamatan kepada murid setiap sebelum pulang sekolah, agar mereka senantiasa berhati-hati di jalan dan taat aturan lalu lintas,” ujar Kepala Sekolah.
Jasa Raharja yang hadir sebagai narasumber menyampaikan materi mendalam mengenai pentingnya perlindungan dasar bagi pengguna jalan. Salah satu poin krusial yang ditekankan adalah fungsi strategis dari Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).
“Banyak masyarakat yang belum memahami bahwa SWDKLLJ yang dibayarkan bersamaan dengan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) merupakan wujud gotong royong masyarakat untuk memberikan perlindungan. Dana inilah yang nantinya disalurkan dalam bentuk santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas,” jelas perwakilan Jasa Raharja dalam paparannya.
Sesi diskusi berlangsung dinamis dengan tingginya antusiasme para guru. Berbagai pertanyaan muncul, mulai dari prosedur pengurusan santunan untuk kecelakaan tunggal hingga pentingnya disiplin administrasi kendaraan bermotor sebagai bentuk kepatuhan hukum.
Melalui edukasi ini, diharapkan para guru dapat menjadi agen perubahan yang menularkan budaya sadar keselamatan dan hukum kepada siswa. Sinergi antara dunia pendidikan dan Jasa Raharja diharapkan terus terjalin harmonis guna menekan angka fatalitas kecelakaan di wilayah Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Semarang.
Acara yang berlangsung pukul 09.00 hingga ditutup dengan komitmen bersama untuk menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban, demi menciptakan generasi penerus yang tertib berlalu lintas.