JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan (DPRD Sulsel) menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Selasa, 2 Juni 2026, guna mengusut tuntas polemik seleksi Paskibraka tingkat nasional yang tengah memicu kegaduhan di masyarakat. Langkah tegas ini diambil legislatif untuk transparansi informasi agar rumor seputar proses pemilihan tidak berkembang liar. Dalam rapat penyerapan informasi tersebut, DPRD akan memanggil pihak-pihak terkait secara maraton, mulai dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel, seluruh panitia tim seleksi, hingga Kapolda Sulawesi Selatan untuk dimintai kejelasan.
Anggota Komisi C DPRD Sulsel, Andre Prasetyo Tanta, menegaskan bahwa penelusuran mendalam terhadap tata cara seleksi Paskibraka Nasional ini sangat penting demi keadilan para peserta. Komitmen untuk membuka ruang diskusi lewat RDP ini disepakati bersama agar seluruh indikator penilaian dan alur administrasi dari panitia pusat maupun daerah dapat dibedah secara terang benderang. Kasus ini mencuat menyusul adanya isu miring terkait dianulirnya atau dicoretnya status kelolosan salah satu siswi utusan daerah yang sempat diproyeksikan menuju Istana Negara.
Merespons kisruh pencoretan siswi asal daerahnya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin turut angkat bicara dan menuntut panitia seleksi bertindak profesional, jujur, serta transparan. Ia memberikan dukungan moril penuh kepada siswi yang terdampak lantaran sang siswa telah mengorbankan waktu untuk berlatih keras selama berbulan-bulan demi membawa nama baik daerah di kancah nasional. Meski mendesak adanya keterbukaan sistem penilaian, pihak pemkot tetap menghormati jalannya proses RDP di DPRD Sulsel guna menemukan titik terang dan solusi terbaik dari polemik tersebut. Dikutip dari RRI.co.id