JAKARTA – Asian Development Bank (ADB) memutuskan untuk mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,2 persen pada tahun 2026. Berdasarkan laporan Asian Development Outlook (ADO) edisi Juli 2026, angka ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Asia Tenggara, tepat di bawah Vietnam yang memimpin dengan angka 7,2 persen. Posisi Indonesia tercatat unggul dari negara tetangga lainnya seperti Malaysia (4,6 persen), Filipina (3,8 persen), dan Thailand (1,8 persen).
Ketahanan ekonomi Indonesia ini terbilang impresif mengingat ADB justru memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi negara berkembang di Asia Tenggara menjadi 4,6 persen akibat perlambatan kawasan. Secara lebih luas, prospek ekonomi kawasan Asia dan Pasifik juga direvisi turun dari 5,1 persen menjadi 4,9 persen. Kepala Ekonom ADB, Albert Park, mengungkapkan bahwa gangguan berkepanjangan di pasar energi global, lonjakan harga pupuk, serta karut-marut rantai pasok akibat konflik geopolitik di Timur Tengah menjadi pemicu utama koreksi tersebut.
Di sisi lain, tantangan domestik membayangi seiring keputusan ADB merevisi naik proyeksi inflasi Indonesia pada 2026 menjadi 3 persen dari perkiraan sebelumnya sebesar 2,5 persen. Kendati demikian, tingkat inflasi RI terpantau masih relatif aman karena berada di bawah rata-rata inflasi Asia Tenggara yang diprediksi menyentuh 3,9 persen. ADB pun mengingatkan pemerintah di kawasan Asia-Pasifik untuk tetap waspada dan menjaga keseimbangan antara stimulus pertumbuhan ekonomi dengan pengendalian inflasi di tengah ketatnya kondisi keuangan global. Dikutip dari Antaranews.com