Jakarta – Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, berhasil mendorong hilirisasi ikan belo dan selangat sehingga meningkatkan nilai jual hingga Rp13.000–Rp14.000 per kilogram. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Erwin Dwiyana mengatakan ikan yang sebelumnya hanya dijual nelayan sekitar Rp700–Rp1.000 per kilogram kini diolah menjadi fillet melalui fasilitas KNMP. Setelah melalui proses pengolahan, ikan tersebut dijual dengan harga Rp13.000–Rp14.000 per kilogram.
Pengolahan ikan dilakukan di fasilitas penanganan cold storage KNMP Ketapang, sehingga program tersebut tidak hanya mendukung aktivitas perikanan di sektor hulu, tetapi juga membuka peluang usaha di sektor hilir. Kegiatan ini melibatkan 11 perempuan yang merupakan istri nelayan sebagai tenaga kerja. Selain menghasilkan fillet ikan, KNMP Ketapang juga memanfaatkan bagian ikan yang tidak digunakan, seperti isi perut, tulang, dan kepala, sebagai bahan baku tepung ikan. Limbah ikan tersebut memiliki nilai ekonomi sekitar Rp3.000–Rp4.000 per kilogram sehingga hampir seluruh bagian ikan dapat dimanfaatkan dan memberikan tambahan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berharap KNMP Ketapang di Lampung Selatan dapat menjadi contoh bagi kampung nelayan lainnya dalam mengembangkan usaha pengolahan berbasis komoditas perikanan lokal. Pada 2025, KKP telah membangun KNMP di 100 lokasi, dengan 65 lokasi di antaranya berstatus uji coba operasional. Program pembangunan KNMP akan dilanjutkan hingga 2029 dengan sasaran 5.000 desa nelayan di Indonesia. Pada 2026, pembangunan KNMP diarahkan mencapai 1.269 titik untuk memperkuat hilirisasi dan meningkatkan nilai tambah hasil perikanan. Dikutip dari Antaranews.com