Serang – Cuaca ekstrem melanda Kabupaten Serang, Banten, sejak 2 Januari 2026, menyebabkan banjir, tanah longsor, dan angin kencang di 20 desa yang tersebar di 13 kecamatan. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Serang, total warga terdampak mencapai 3.514 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 11.700 jiwa.
BPBD mencatat 3.164 unit rumah terdampak, dengan 3.145 rumah terendam banjir, 13 rumah rusak akibat longsor, dan enam rumah rusak diterjang angin kencang. Fasilitas umum seperti dua sekolah, dua masjid, dan dua mushala juga terdampak, sementara sektor pertanian di Kecamatan Pamarayan mengalami kerugian akibat terendamnya 108 hektare lahan persawahan dengan tanaman berusia 0–60 hari.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, menyatakan tinggi muka air berkisar 5–45 centimeter di beberapa lokasi. Beberapa warga melakukan evakuasi mandiri ke rumah kerabat. BPBD merekomendasikan penetapan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi dan menyoroti kebutuhan mendesak bagi korban, termasuk makanan siap saji, family kit, pakaian, obat-obatan, dan terpal.
13 kecamatan terdampak antara lain Kibin, Kramatwatu, Padarincang, Lebakwangi, Ciruas, Tirtayasa, Pontang, Pamarayan, Mancak, Cinangka, Baros, Petir, Waringinkurung, dan Cikeusal.
Dikutip dari antaranews.com